Minggu, 08 April 2012

Sobekan Birahi



Jangan paksa aku membuang sobekan cerita tentangmu.
Jangan hina aku karena bertahan dengan semu nya panas tubuhmu
Jangan ludahi aku karena mengais mimpi bersama hangatnya birahimu
Jangan, jangan kau renggut surgaku !

Tak perlu kau kembali hanya untuk mengangkangi rasaku ku
Aku hanya butuh bersenggama dengan dengusan nafasmu
Agar hasratku tercukupi oleh  nafsu busukmu
Sampai aku terbakar, mampus di belasah dustamu

O, cinta cinta cinta

kenapa tak pernah aku bisa membuang ingatanku
saat pelukanmu membelenggu erat birahiku
saat jamahmu memuncakkan hasratku
saat peluhmu menjilat peluhku
dan saat kau memasuki aku

melambung, terbang, terengah....
mengejar kesempurnaan.

Minggu, 22 Januari 2012

Togog dan Semar


Dia Datang setelah kau pergi.
Kedatangannya sama seperti saat kau datang menghampiriku. Sapanya persis seperti sapamu padaku. hangat dan penuh gelora. Manis.... seputih butiran gula. Bergolak alam maya ku. Dua sisi bertentangan, antara ia dan ingatanku tentang kau. Samakah kau dengan nya?

"Cheri, lagi apa?" sapamu....
"Yunda, sedang apa?" sapanya...

"Mendekatlah Cheri, akan ku cium keningmu dengan setangkai mawar putih"
itu bisikanmu saat aku menjelang mimpi.

"Kemarilah Yunda sayang, berbaring renung kita ke bulan. Kutitipkan satu kecupan dikeningmu"
ini pula bisikannya.

Hatiku nelangsa. Sajak tak mampu menyejukkan. Dingin membekukan darahku. Aku mati. Tak mampu keluar dari asmara Togog dan Semar. Terpedaya anganku atas khayangan yang kau dan ia ciptakan. Semu kah ia seperti semu mu? Dusta kah ia seperti dustamu? aku lelah,

berlari..
berlari..
berlari..

mengejar angin yang kau tiupkan, membawa terbang helai cintaku yang tak bermuara.
Sudahilah, biarkan aku lepas dari semua angkara asmara ciptamu. Biarkan aku menganyam asa dengan untaian benang-benang kenikmatan kelam ku. Ada kau, ada ia. cukuplah hanya dalam anganku saja.